image

SERBA-SERBI TAHUN AJARAN 2020-2021 DI SMP ISLAM ATHIRAH 1 MAKASSAR

Rasmi, S.Pd

Guru Prakarya SMP Islam Athirah 1 Makassar

Sudah setahun lebih Pandemi Covid 19 tak menunjukkan tanda-tanda segera menghilang dari tanah air. Justru sebaliknya, kasus harian yang terdeteksi semakin hari semakin naik saja. Bahkan dikabarkan ada covid19 varian baru. Namun kabar baiknya juga masyarakat Indonesia sudah banyak melakukan vaksinasi, termasuk kami sebagai warga SMP Islam Athirah 1 Makassar. Sudah setahun lebih ini juga kami bekerja dari rumah. Istilah-istilah baru pun bermunculan seperti lokdown, social distancing, Work From Home (WFH), imported case, cluster, edidemi, pandemi, daring, luring dan lain-lain.

Sejak dimulainya pandemi, Work From Home (WFH) atau yang lebih dikenal dengan bekerja dari rumah adalah salah satu cara yang dilakukan oleh instansi/perusahaan-perusahaan di dunia khususnya di Indonesia untuk mencegah/meminimalkan terjadinya penularan virus corona dari orang ke orang. Dengan adanya teknologi yang mendukung konsep kerja yang dapat dilakukan dari rumah. Kelebihan dan kekurangan WFH pasti ada. Kelebihannya dapat bekerja lebih fleksibel/efektifdapat dekat dengan keluarga, beribadah bersama-sama, terlebih lagi menghemat pengeluaran dan lain-lain.

Namun kekurangan-kekurangannya itupun pasti ada. Salah satu hal yang saya lakukan agar bekerja/mengajar dari rumah lebih produktif adalah mendesain ruangan senyaman mungkin, meskipun hanya dinding yang dipoles dengan sedikit wallpaper sehingga memberikan nuansa berbeda. Karena bukan hanya saja untuk kenyamanan bekerja,  namun ada kondisi-kondisi di mana harus bekerja dengan latar dan ruangan yang nyaman. Begitu juga dengan anak-anak yang harus belajar daring dan mengharuskan untuk on camera. Tentunya bukan itu saja, ada banyak hal yang sudah terjadi selama masa kurun waktu (2020-2021). Kesedihan dan kegembiraan datang silih berganti. Kematian dan  perkawinan silih berganti mewarnai kehidupan ini. Anak-anak yang sudah tamat sekolah dan harus melanjutkan ke jenjang berikutnya dan yang terpenting sampai saat ini mengajar masih tetap dilakukan dari rumah atau lebih dikenal dengan daring. 

Entah sampai kapan Pandemi ini berlangsung yang jelas sudah tiga kali penerimaan rapor semester anak didik dilaksanakan secara virtual. Tentunya dengan berbagai macam cara metode yang digunakan. Ada rasa sedih terselip di hati manakala mengingat pembelajaran yang sudah terlaksana hanya bertatap muka lewat virtual. Beberapa ananda sangat menyayangkan keadaan ini dan ingin secepatnya belajar dengan tatap muka di kelas. Ucapan terima kasih dari para orang tua maupun siswa-siswi yang tertulis lewat grup maupun Wapridapat saya artikan sekiranya beliau pun merasa nyaman dengan perwalian selama ini. Tidak sedikit juga yang meminta untuk bertemu langsung. Namun apa boleh buat Covid 19 yang menjadi penghalang dan tentunya menghindari pertemuan akan jauh lebih baik. Serba-serbi tahun 2020-2021 yang kini dijalani, dinikmati dan tentunya disyukuri banyak memberikan pengalaman hidup yang berharga. Mari kita sama-sama berdoa semoga kita semua dalam lindungan-Nya, pandemi ini dapat berlalu dengan cepat dan kondisi pun cepat pulih sehingga pembelajaran tatap muka dapat dilakukan di sekolah. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.

Jayalah Terus Athirahku

Previous PostDua Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar Raih Nilai Sempurna UTBK SBMPTN, Begini Kiatnya
Next PostMencetak Generasi Pancasila