Sharing Session: Pentingnya Mengenali Potensi, Gaya Belajar,dan Teknik Apresiasi Belajar Siswa
Penulis : Faradiba M.Pd. (Guru Bahasa Inggris SMP Islam Athirah 1 Makassar)
Guru adalah profesi yang selalu dituntut untuk terus perbaiki dan
meningkatkan kualitas diri. Jumat, 17 September 2021 SMP Islam Athirah
1 Makassar memfasilitasi seluruh guru dan karyawan untuk mendapatkan tambahan
ilmu dan kesempatan untuk bertanya jawab langsung bersama Ibu Suciani Latif, M.Pd seorang dosen
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Pada kesempatan forum
jumat unit kali ini materi yang disajikan sangat menarik dan penting utamanya
bagi para guru yang menghadapi langsung anak didik di kelas yaitu pentingnya mengenali potensi, gaya belajar, dan teknik apresiasi belajar murid.
Pada sesi pertama para guru disajikan penjelasan materi tentang beberapa
karakteristik murid generasi
Z. Pemateri fokuskan materi pada generasi Z yang merupakan generasi yang memang sedang kita hadapi
sekarang di tingkat Sekolah Menengah Pertama yaitu anak-anak kelahiran
1996-2010). Pemaparan pemateri ada tujuh hal yang menjadi
karakteristik utama generasi Z, pertama disebut self directed learning, yakni murid yang menyukai kebebasan dalam belajar. Kedua, para murid menyukai hal-hal baru yang praktis.
Ketiga, murid kita umumnya
merasa nyaman dengan lingkungan yang terhubung dengan jaringan internet.
Keempat, mereka lebih suka berkomunikasi dengan gambar atau images, ikon, dan simbol-simbol dari pada teks. Kelima,
disebut Short Attention Span atau
dengan kata lain sulit berkonsentrasi dalam jangka waktu lama. Keenam berinteraksi secara kompleks dengan
berbagai media dan terakhir lebih suka membangun eksistensi di media sosial
dari pada dunia nyata via berbagai applikasi chat terkini.
Pada sajian materi kedua diberikanlah dua tipe gaya belajar utama para siswa generasi
Z, yaitu gaya belajar visual dan Auditory.
Para guru juga dibekali beberapa strategi yang bisa digunakan untuk mengajar
murid tipe visual dan auditory
lengkap dengan penjelasan kelemahan dan kelebihan strategi tersebut.
Point penting dari sesi terakhir
yaitu sesi tanya jawab adalah pentingnya sekolah dalam hal ini bekerjasama
dengan guru BK memiliki instrumen untuk melihat gaya belajar para murid di awal tahun ajaran
agar dapat dishare ke para guru untuk
menjadi pertimbangan dalam mengembangkan metode mengajar di kelas nantinya. Ini
juga salah satu cara untuk membantu siswa dalam menghadapi kesulitan belajarnya
dan dengan para guru diharapkan mampu mendiagnosa kebutuhan belajar siswa,
mengidentifikasi sumber belajar yang sesuai, dan memilih strategi belajar yang
tepat. Hasil akhirnya para siswa memiliki hasil belajar yang memuaskan.
Editor : Hasniwati Ajis (Tim Web SMP Islam Athirah 1 Makassar)

