ATHIRAH IN RESPONSE TO FUTURE DEMANDS
Oleh : Chaidir (Alumni PPG Universitas Negeri Makassar)
Kata siapa seseorang tidak dapat mengetahui masa depan? Pada dasarnya, semua manusia dapat mengetahuinya. Namun, manusia hanya dapat memprediksikan masa depan berdasarkan kejadian di masa sekarang. Seseorang pernah berkata “You are what you do today”.
Memberikan penegasan bahwa agar dapat memprediksi
dan memproyeksi diri kita di masa depan, maka lihatlah keseharian yang kita
lakukan pada hari ini. Namun, tentu saja itu hanyalah sebuah prediksi; bukan prediksi
biasa, melainkan sangat ilmiah yang telah didukung oleh repetition theory
dalam dunia pendidikan. The more you do it, the better you will be at a
particular skill.
Hal itupun berlaku bagi Sekolah Islam Athirah, yaitu sebuah
prediksi masa depan tentang sekolah Athirah harus selalu dilakukan agar dapat
menjawab pertanyaan–pertanyaan yang menggelisahkan. Pertanyaan-pertanyaan
seperti, bagaimana nasib Sekolah Islam Athirah di masa depan? Akankah di masa
depan Sekolah Islam Athirah dapat bersaing dan menjadi institusi pendidikan
yang terbaik? Akankah sekolah Islam Athirah masih akan tetap ada di masa depan?
Ataukah hanya akan menjadi sebuah sejarah? Jawaban dari pertanyaan tersebut sangat
bergantung pada masa sekarang. Jika hari ini sekolah Islam Athirah dapat
memberikan pendidikan yang berkualitas dan membuat persiapan dalam menghadapi
kebutuhan pendidikan di masa depan, maka di masa akan datang masyarakat masih
akan memberikan dukungan dan dapat melihat eksistensi dari sekolah ini.
Untuk menjadi sekolah masa depan, Sekolah Islam Athirah sebaiknya
senantiasa memegang prinsip response to demands; yang berarti dapat memprediksi
kebutuhan manusia di masa depan serta dapat memberikan solusi dari kebutuhan
tersebut. Di masa depan, dunia pendidikan setidaknya diharapkan dapat
memberikan jawaban akan dua kebutuhan manusia; membentuk pemimpin dan membentuk
sumber daya manusia yang terampil. Jika Sekolah Islam Athirah dapat mewujudkan
dua hal ini, maka cita-cita untuk menjadi sekolah masa depan pun akan terwujud.
Betapa tidak, kedua hal tersebut adalah krisis yang melanda dunia, khususnya di
Indonesia.
Sekolah kepemimpinan adalah ciri dari sekolah masa depan. Pendidikan
yang dijalankan oleh Sekolah Islam Athirah sebaiknya dapat mengingatkan kembali
kepada para peserta didik akan jati diri manusia, yaitu menjadi khalifah. Untuk
menjadi seorang khalifah, seorang siswa harus memiliki banyak kompetensi, dan
itu bukanlah merupakan hal yang mudah, maka peranan Sekolah Islam Athirah dalam
mendidik peserta didik untuk menjadi pemimpin masa depan merupakan hal yang
krusial. Peranan yang dapat dimainkan bisa berupa menjadikan lingkungan sekolah
sebagai miniatur masyarakat sehingga peserta didik yang merupakan cikal bakal
seorang pemimpin dapat merasakan atmosfer masyarakat secara langsung. Di dalam
pengondisian tersebut, para calon pemimpin diberikan kesempatan untuk melatih
beberapa kemampuan seorang pemimpin; pengambilan keputusan, mengarahkan masyarakat,
penyelesaian masalah, seni berbicara dengan orang lain, baik interpersonal
maupun public speaking.
Membentuk pemimpin di dunia sekolah merupakan pekerjaan yang sangat
mulia, honorable. Namun, kita juga harus berpikir realistis bahwa tidak
semua siswa yang mengikuti pendidikan di Sekolah Islam Athirah akan menjadi
pemimpin, pengatur dan perencana. Pada akhirnya, akan ada peran lain yang harus
dimainkan, yaitu eksekutor dan pelaksana rencana yang telah disusun oleh sang pemimpin.
Para pelaksana ini harus merupakan kumpulan orang-orang terampil. Kumpulan
orang-orang ini hendaknya memiliki kemampuan-kemampuan yang akan dibutuhkan di
masa depan; penguasaan teknologi. Seorang siswa Madrasah dari Ciledug yang
menjadi seorang bug hunter mungkin dapat menjadi contoh kecil dari
pentingnya sebuah kecakapan teknologi. Maka, membentuk manusia terampil
merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan oleh Sekolah Islam Athirah
agar dapat menjadi sekolah masa depan.
Namun, meski semua hal itu telah dilakukan, masyarakat akan selalu memberikan
kritikan, sebut saja tentang ekslusifitas Sekolah Islam Athirah dalam kaitannya
antara ekonomi dan pendidikan. Perlu mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk
dapat menjadi bagian dari Sekolah Islam Athirah, tentu saja hal ini sangat
bertentangan dengan keinginan kebanyakan orang yaitu dapat memperoleh
pendidikan yang murah. Di masa depan Sekolah Islam Athirah akan lebih
memperhatikan hal tersebut untuk menjawab keinginan masyarakat dalam
mendapatkan pendidikan berkualitas. Bukan hanya kalangan atas yang akan menjadi
bagian dari Sekolah Islam Athirah, tetapi semua orang dari aspek kelas sosial
dan ekonomi. Usaha sekolah Islam Athirah akan lebih terlihat jika dapat memahat
sebuah batu sungai menjadi sebuah karya yang gemilang. Mendidik seorang anak
dari keluarga yang mengalami kemerosotan strata sosial dan ekonomi menjadi anak
yang berakhlak dan berprestasi.
Pada akhirnya, kita harus mengakui bahwa perubahan menuju cita-cita yang besar akan terjadi ketika kita memulainya dari diri sendiri. Itulah yang diajarkan oleh Nabi kita, adanya kesatuan nasehat dan perbuatan. Sekolah Islam Athirah hendaknya dapat memiliki pengajar yang berkompeten dalam bidang kepemimpinan dan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan serta pendidik yang memiliki integritas; melakukan nasehat yang telah diberikan. Menjadi pemimpin dan manusia berkompeten adalah ciri dari produk sekolah masa depan. Akan tetapi, tidak peduli seberapa canggih teknologi masa depan, akidah serta keteladanan akhlak dan adab merupakan hal yang hanya dapat dicontoh dari pendidik.
*Juara 2 lomba menulis inspiratif, Milad ke 37 tahun Sekolah Islam Athirah

