Tentang Kita
SMP
Islam athirah Bukit Baruga Makassar baru saja
melaksanakan penerimaan rapor PTS (Penilaian Tengah Semester) pada 16 Oktober
2020, penerimaan rapor masa
pandemi ini jauh berbeda
dari penerimaan rapor tahun-tahun sebelumnya. Ini
adalah kali kedua pelaksanaan
penerimaan rapor secara vitual di SMP Islam Athirah Bukit Baruga, ada
yang berbeda kali ini, jika penerimaan rapor tahun lalu orang tua bertanya “Bagaimana
perkembangan pembelajaran anak saya selama sekolah bu?”
kali ini saya yang bertanya “Bagaimana pembelajaran ananda di
rumah Bu? Menariknya adalah hampir semua orang tua
mengatakan anaknya sudah bosan tinggal di rumah, motivasi belajar anaknya sudah
mulai menurun dan terlalu banyak berinteraksi dengan gadget
Selaku
wali kelas ada
berbagai karakter orang tua yang saya temui pada penerimaan rapor kali ini,
yang pertama tipe orangtua yang banyak bersyukur karena sekarang lebih banyak
menghabiskan waktu itu dengan anaknya di rumah dan merasa lebih bisa mengontrol
pelajaran anaknya, tipe
kedua adalah orang tua yang merasa bahwa anak-anaknya jauh lebih nice
ketika mereka bersekolah seperti biasanya karena orang tua merasa kurang mampu
menghandle anak-anaknya di rumah terutama dalam hal penggunaan gadget dan tipe ketiga adalah orang tua
yang sudah angkat tangan dengan berbagai tingkah anaknya di rumah, dan pasrah
dengan keadaan yang seperti sekarang.
Bagaimanapun
respon orang tua menghadapi kegiatan pembelajaran dimasa pandemi ini, sekolah dituntut untuk
menyajikan model-model pembelajaran yang menjadikan anak-anak betah duduk
berlama-lama didepan laptop atau gadgetnya
ketika belajar dari rumah, bukan malah belajar sembari tetap asik dengan
gamenya ataupun belajar tapi dalam keadaan tertidur di kasurnya.
Pun
juga orang tua harus belajar banyak karena pada hakikatnya
anak-anak mereka adalah milik mereka dan merekalah yang akan dimintai
pertanggungjawaban pertama ketika nanti di yaumil hisab tentang bagaimana
akhlak anak-anaknya, bagaimana karakter anak-anaknya, bagaimana amal shalih
anak-anaknya, merekalah yang akan dihisab pertama kali tentang hal itu.
Beranjak
dari hal ini, orang tua dan guru perlu saling bersinergi untuk menciptakan
suasana yang menyenangkan, dalam pembelajaran guru menciptakan kegiatan belajar
mengajar yang menarik dan orang tua menyediakan lingkungan yang kondusif untuk
anak-anak belajar dirumah, bukan hanya sekedar fasilitas, Rumah, wi-fi,
handphone yang mahal, ataupun fasilitas yang lainnya. tetapi lebih kepada rumah
yang tenang dan telinga anak-anak yang terjaga dari intonasi tinggi dari mulut
orang tuanya.
Butuh
banyak stok sabar yang disediakan guru dan orang
tua, butuh banyak stok
empati yang disediakan guru dan orang
tua, butuh telinga yang mau mendengar keluh kesah
anak-anak, butuh nasehat dari guru dan juga pelukan hangat dari orang tuanya di
rumah, bukan hanya sekedar ucapan “Selesaikan tugasmu!”, “ Ayo belajar!” atau
kalimat perintah lainnya yang membuat guru dan orang tua semakin jauh dari
anaknya.
Penerimaan
rapor kali ini memberi banyak pelajaran berharga bahwa ternyata semua bukan
hanya tentang aku atau saya, tetapi lebih kepada Tentang Kita.
Mari
sama-sama berbenah!
Musdalifah,
SE

